Strategi Pemasaran Produk Mudah dan Murah Bermodal Smartphone untuk Berpromosi

Strategi Pemasaran Produk Mudah dan Murah Bermodal Smartphone untuk Berpromosi

Bagaimana caranya mempromosikan sebuah produk secara mudah dan murah bahkan hanya bermodal Smartphone untuk berpromosi?

Bisa dibayangkan jika saat ini anda dibebani tugas untuk memasarkan produk yang kebetulan sebuah produk baru.

Dan anda sedang diuji apakah cukup layak untuk bergabung dengan  Tim kerja dengan memperkenalkan  produk baru di Perusahaan yang baru juga.

Sayangnya anda hanya memiliki Satu Gadget Smartphone yang Fiturnya sangatlah terbatas, Berikut satu contoh mudah dalam Artikel Cara Mencari Pelanggan Online untuk pemula,  Dan anda diberikan tugas untuk mempromosikan produk anda secara online.

Berikut ini cara kebanyakan yang dilakukan oleh banyak orang.

Cara Klasik dan Konvensional

Cara klasik dan konvensional adalah cara yang banyak dijumpai ketika baru mencoba memperkenalkan produk secara online

  • Anda upload Foto Selvi dan lalu anda beri tulisan Si cantik memasarkan produk kecantikan anda.
  • Membuat akun-akun atas nama dan foto dengan pose yang semenarik mungkin di layanan media sosial online satu dengan lainnya.
  • Anda postingkan produk yang anda tawarkan. Terkadang anda kombinasikan dengan upload foto cantik dengan gaya tulisan seperti di atas.

Respon yang Didapati Menggunakan Cara Klasik

  • Banyak laki-laki (dengan foto profil laki-laki tentunya) yang mencoba add kamu. Ada yang berkomentar, hanya menyapa dan mencoba menggoda anda.
  • Ketika Foto produk yang kamu upload tidak ada satupun yang coba memberikan tanggapan atau bahkan Menyukai sekalipun. Seketika itu juga kamu ulang setiap hari dimana perhari kamu upload foto produkmu 7-8 kali sehari.
  • Kamu sendiri hanya berpikir “yang penting saya kerja, rejeki ada di Tangan Tuhan”.
  • Sampai 3-4 hari kamu lakukan kegiatan yang sama, konfirmasi pertemanan, kemudian sekali upload foto selfi dan selebihnya foto produk barumu.

Hasilnya pun tetaplah sama, tidak ada yang memfollow atau mengambil tindakan lebih lanjut dari para calon konsumen potensial yang kamu harapkan untuk selling (penjualan).

Kuota pulsamu semakin menipis, tidak ada respon kedalam kontak yang kamu berikan.

Yang ada adalah rasa frustasi ketika melihat komentar-komentar mereka hanya pada gambar foto selfimu.

Dan malah menjadikannya tidak fokus serta berujung pada kekesalanmu membaca komentar-komentar nyleneh mereka.

Namun dengan demikian cara ini masih banyak dilakukan oleh kebanyakan para penjual online secara umum

Cara Mempromosikan Produk Secara Online dan Natural

Ada pepatah bijak mengatakan, musuh yang terbesar adalah diri sendiri. 

Mengapa saya mengatakan hal itu terlebih dahulu?

Saya tidak ingin menyinggung dengan apa yang menjadi kekhawatiran diri pribadi anda.

Tentu saja ketika kita masuk dalam Dunia Online dengan tujuan yang ingin dicapai, boleh jadi  dari kita memiliki latar belakang dan Pengetahuan yang berbeda.

Sehingga ketika bagaimana kita harus bersikap pada saat berada dalam Dunia Online akan terasa berbeda juga.

Ada yang merasa khawatir lalu rendah diri atau bahkan sebaliknya merasa percaya diri dikarenakan berbagai faktor yang terdorong oleh keadaan dari dunia offline.

Tapi untuk satu hal yang satu ini saya tidak akan mengupasnya lebih jauh, sebab hal ini terpulang kembali kepada pilihan masing-masing.

Yang menjadi kepedulian Saya adalah Setiap langkah pasti memiliki konsekuensi permasalahan yang menghinggapi.

Tidak melihat bagaimana latar belakang Anda, Pengusaha sukses, Pengusaha bangkrut yang penuh hutang, Pekerja yang memiliki Finansial bagus atau sebaliknya atau bahkan anda seseorang yang sedang menganggur sekalipun.

Siap untuk menerima konsekuensi pada posisi yang selalu dipersalahkan

Bagi Saya, ketika melakukan berbagai jalan yang ditempuh nantinya  harus disadari bahwa  di sebuah titik kemajuan usaha yang kita jalani pasti menyisakan hal ketidakpuasan, yang membawa kita pada konsekuensi yang selalu dipersalahkan.

Respon yang anda lakukan adalah 2 hal sebagai berikut:

  1. Anda mengakui karena memang anda layak dipersalahkan, anda menuruti apa yang menjadi kemauan pihak yang menyalahkan, disamping pengetahuan, pembelajaran dan uji coba yang anda lakukan berkisar sama dengan pihak yang memojokkan anda.
  2. Anda tidak mengakui karena ketidakpuasan itu menurut anda adalah sesuatu yang masih bisa diperdebatkan, karena anda merasa uji coba yang anda lakukan masih bisa diperjelaskan akan sebab akibatnya dan  sebagaimana anda bisa mengatakan campur tangan “waktu” yang masih perlu dibutuhkan, tentu saja dalam batas koridor yang masuk akal.

Temuilah Orang-orang yang memiliki Jejak Rekam Sejarah Kehidupan anda

Anda akan selalu dipersalahkan ketika bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pembelajaran yang tidak seimbang. Karena bermasalah identik dengan dipersalahkan, tapi  ketika mencoba menemukan berbagai Orang yang menganggap anda bermasalah tapi tidak dengan  menyalahkan anda sangatlah diperlukan.

Hal itu dikarenakan sikap optimisme dan kesadaran dari orang-orang yang menilai anda, cukup menjadikan Hal itu adalah pelecut Energi positif bagi anda yang terjun dalam dunia Marketing. Dan orang-orang inilah yang memiliki jejak rekam sejarah panjang darimana anda berasal dan seperti apa anda ketika  bersama mereka.

Dan sementara berikut ini adalah cara  kedua yang lebih dianjurkan